D. Prameswara
D. Prameswara Tukang ketik yang sedang belajar pemrograman #linux #android #vue #node.js

Bye bye, Dropbox matikan Carousel dan Mailbox

Tidak bermaksud lebay, tetapi ini sungguh berita yang mengagetkan. Dropbox mengumumkan akan segera mematikan Mailbox dan Carousel. Padahal boleh dibilang dua aplikasi itu ibarat baru seumur jagung. Hidup Mailbox akan berakhir pada 26 Februari 2016, sedangkan Carousel pada tanggal 31 Maret 2016.

Dropbox shutdown/matikan Carousel dan MailboxDropbox shutdown/matikan Carousel dan Mailbox

Bagi yang belum mengenal Mailbox dan Corausel. Mailbox pada awalnya adalah sebuah aplikasi email client all-in-one sangat populer yang kemudian dibeli Dropbox. Sedangkan Carousel adalah sebuah aplikasi pembackup dan photo viewer seperti Google Photos.

Dropbox shutdown/matikan Carousel dan Mailbox
Email pemberitahuan dari Dropbox


Saya pribadi adalah pengguna Mailbox dan sampai saat ini saya rasa tidak ada yang salah dengan Mailbox. Sebuah aplikasi email client yang sangat berguna untuk user yang memiliki banyak email dan ingin memanagenya dalam 1 aplikasi saja. Hanya saja, mungkin jumlah pengguna Mailbox jauh dibawah yang diharapkan. Apalagi setelah Gmail menambahkan fitur multiple account bahkan dengan email yang selain gmail. Maka secara fungsi Mailbox menjadi tidak terlalu spesial lagi. Baca lebih lanjut fitur Gmail tersebut di sini.

Sedangkan untuk Carousel, saya pribadi memang belum pernah menggunakannya. Secara fitur Carousel ini kurang lebih sama dengan Google Photos, sehingga kalau disandingkan, maka rasanya user lebih memilih Google Photos. Mungkin inilah yang menyebabkan Carousel tidak terlalu populer.

Alasan resmi yang disampaikan oleh pihak Dropbox terkait hal ini adalah, dikarenakan saat ini team Dropbox sedang fokus untuk mengembangkan dan menyederhanakan fitur kolaborasi. Artinya kembali kepada fitur utama Dropbox sebagai cloud storage. Berikut ini cuplikan pernyataan resminya.

"Over the past few months, we’ve increased our team’s focus on collaboration and simplifying the way people work together. In light of that, we’ve made the difficult decision to shut down Carousel and Mailbox."

Tampaknya Dropbox mencoba mengejar ketertinggalan dari pesaingnya misalkan Google dengan Google Drive-nya yang telah sejak lama menawarkan fitur kolaborasi yang sangat powerfull. Lebih jauh, team Dropbox akan memfokuskan segala sumber daya dan pengalaman dari Mailbox untuk menghadirkan fitur kolaborasi yang lebih lengkap dan powerfull dengan Paper.

Bagaimanapun ini adalah keputusan Dropbox, meskipun sangat mengecewakan, tetapi ini adalah barang gratis yang kita user tidak boleh banyak menuntut.


Sumber : Blog Dropbox
D. Prameswara
D. Prameswara Tukang ketik yang sedang belajar pemrograman #linux #android #vue #node.js
Load comments